SURVEY
28 Januari 2022
Detail Berita
Dipublikasi oleh Mursyidah pada 26 Agustus 2021 | Dilihat 133 kali
LPMP Prov Kalsel Verval Sinkronisasi Dapodik ke 4 Kabupaten

CUT OFF atau tenggat waktu pengisian dan pemuktahiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik), 31 Agustus 2021 tinggal menghitung hari. Di Kalimantan Selatan, masih banyak sekolah yang belum sinkronisasi atau menyesuaikan data riil mereka melalui Aplikasi Dapodik. Padahal pembaharuan Dapodik akan menjadi dasar perhitungan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) reguler, yang pada akhirnya akan merugikan sekolah apabila tidak dilaksanakan.

Menghindari hal tersebut terjadi, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Selatan melalui staf Fungsi Sistem Informasi melaksanakan Verifikasi dan Validasi (verval) Percepatan Sinkronisasi Data Dapodik ke 13 Kab/Kota. Karena masih dalam kondisi pandemi dan penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), tahap pertama, ada 4 kabupaten yang memberlakukan PPKM level 3 ke bawah. Untuk 3 Kabupaten , yakni Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dilaksanakan selama 2 hari, 24 sampai 25 Agustus dan Tabalong yang karena jarak lebih jauh maka waktunya lebih lama, 24 sampai 26 Agustus.

Pegawai LPMP Prov. Kalsel yang ditugaskan ke Kabupaten HSS, Mursyidah, S.Pd dan Lis Maulina berangkat dari kantor LPMP, Selasa (24/8) pukul 09.15 Wita. Setelah berkoordinasi dengan Kasubbag Perencanaan Disdik Kabupaten HSS, Ervanny Agusrizani, S.Pd, petugas LPMP disambut dan diantar menghadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS, Hj Siti Erma, S.Sos, M.AP., untuk menginformasikan tujuan kedatangan ke Disdikbud Kabupaten HSS.


Lis Maulina/LPMP Prov Kalsel

KENDALA - Diskusi masalah kendala sinkronisasi Dapodik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kasubbag Perencanaan, Ervanny Agusrizani, S.Pd, Kasi Manajemen Sekolah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan Sekolah Dasar,  Agus Rianto, S.Pd dan Pengelola Pengembangan Manajemen Sekolah Dasar, Agus Subhan, Selasa (24/8)

Ibu Hj. Siti Erma menyambut baik tujuan kedatangan petugas LPMP dan menginstruksikan Kasubbag Perencanaan, serta Kepala Seksi (kasi) Manajemen Sekolah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan Sekolah Dasar,  Agus Rianto, S.Pd dan Pengelola Pengembangan Manajemen Sekolah Dasar, Agus Subhan yang menangani masalah Dapodik, BOS, dan data terkait lainnya untuk berkoordinasi dan mendampingi prosesnya. Mereka sepakat, kendala terbesar mereka adalah kasus NISN ganda. Selain itu, juga ada masalah tarik-menarik siswa yang belum terselesaikan. Ditambah lagi, sebagian sekolah menunggu semua data siswa ter-input, baru melakukan sinkronisasi.

Dari data yang terlihat, di Kabupaten HSS masih ada 21 sekolah yang belum melakukan sinkronsasi. Dari 21 sekolah tersebut, dipilihlah 4 sekolah untuk dikunjungi, yakni 3 SD dan 1 SMP.

Lis Maulina/LPMP Prov Kalsel

SUDAH SINKRONISASI - Kepala SMPN-3 Kandangan., M. Beke Esmet Enoni bersama operator menjawab instrumen dan mengatakan mereka sudah melakukan sinkronisasi.

Keesokan harinya, Rabu (25/8), kunjungan dilanjutkan ke SMPN-3 Kandangan. Kepala Sekolah, M. Beke Esmet Enoni, mengatakan baru saja malam sebelumnya, Senin (24/8) melakukan sinkronisasi. Sementara Kepala SDN Gambah Dalam Barat 1, Gazali, menyampaikan, sekolahnya baru saja melakukan sinkronisasi, Selasa (25/8) sehingga belum terbaca di aplikasi.

Lis Maulina/LPMP Prov Kalsel

MERANGKAP - Kepala SDN Gambah Dalam Barat 1, Gazali, yang juga merangkap operator sekolah, mengatakan sudah berhasil sinkronisasi juga walau terkadang kesulitan jaringan.


Kemudian Kepala SDN Sungai Jarum 1, Siti Masitah, S.Pd, mengakui sekolahnya belum melakukan sinkronisasi karena terkendala pergantian operator sekolah baru. Operator sebelumnya mengaku sudah melakukan tugasnya, ternyata belum. Sehingga dia memutuskan untuk menggantinya dengan operator baru yang masih dalam penyesuaian. Dan dijanjikan, dengan bantuan operator Dinas Pendidikan HSS, sebelum tanggal 31 bisa melakukan sinkronisasi.

Lis Maulina/LPMP Prov Kalsel

PERGANTIAN - Menurut Kepala SDN Sungai Jarum 1, Siti Masitah, S.Pd, pergantian operator sekolah menjadi kendala mereka untuk melakukan sinkronisasi Dapodik.

Sekolah terakhir yang dikunjungi adalah SDN Muning Tengah dengan Kepala Sekolah Hamidah, S.Pd. Meskipun terkendala 25 siswanya yang lulusan Raudathul Anfal (RA) tidak bisa masuk Dapodik, namun sekolah ini sudah melakukan sinkronisasi tanggal 20 Agustus lalu.


Lis Maulina/LPMP Prov Kalsel

PERGANTIAN - Meski terkendala data 25 siswa lulusan RA tidak bisa masuk Dapodik, tapi Kepala SDN Muning Tengah, Hamidah, S.Pd bersama jajarannya sudah melakukan sinkronisasi Dapodik.

Selesai mengunjungi 4 sekolah sasaran, petugas kembali ke Kantor Disdikbud Kabupaten HSS untuk berpamitan pada Sekretaris, H. Zainal Abidin, M.Pd dan Kepala Bidang Pendidikan SMP, Umar Dani.

Peliput/penulis : Lis Maulina